wb_sunny

Breaking News

Telah Dibuka Pendaftaran Inden SMP Pondok Pesantren Tahfidz Global Jakarta Beasiswa Penuh Sampai Lulus Call/WA 0813-2248-2220 | Pesan Kue dan Catering untuk Acara atau Hajatan Daerah Depok dan Jakarta WA Mr Gajah 0895-0136-6671 | Desain dan Cetak Kebutuhan Bisnis Anda, Kami Kerjakan dan Hasilnya Dikirim ke Alamat Anda WA 0895-3505-29794 | Bisnis Anda Ingin Tampil Di SIni dan Dikenal Lebih Luas di Jakarta dan Sekitar? Iklankan di Sini Sekarang! Hubungi Kita di media@medianetwork.my.id | 081288284898

Pesan Idulfitri 1447 H Hidayatullah Dorong Penguatan Persatuan dan Kohesi Sosial

Pesan Idulfitri 1447 H Hidayatullah Dorong Penguatan Persatuan dan Kohesi Sosial


JKT.NEWS —
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc., menyampaikan Pesan Akhir Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriah pada Jum'at, 20 Maret 2026. Dalam pesannya, ia menegaskan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai medium penyucian jiwa tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi kehidupan bangsa secara kolosal.

Naspi Arsyad menyatakan bahwa Ramadhan menghadirkan proses pembinaan spiritual yang terstruktur melalui ibadah puasa, zakat, dan peningkatan amal sosial, yang secara sistemik membentuk karakter masyarakat yang lebih disiplin, empatik, dan bertanggung jawab. 

“Ramadhan yang telah kita lalui harus dimaknai sebagai momentum penyucian jiwa bangsa, bukan hanya pengalaman ritual pribadi kita secara individu, tetapi fondasi moral bagi kehidupan bernegara,” ujarnya dalam keterangannya kepada jkt.news, Jum'at.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang dilatih selama Ramadhan seperti pengendalian diri, kepedulian sosial, dan kejujuran, memiliki relevansi langsung dengan pembangunan kehidupan nasional. Dalam ranah sosial, internalisasi nilai tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kohesi sosial dan stabilitas bangsa di tengah tantangan ekonomi, politik, dan kemanusiaan yang terus berkembang.

Selain itu, Naspi menyerukan pentingnya memperkuat persatuan bangsa sebagai agenda utama pasca-Ramadhan. Menurutnya, perbedaan sosial, politik, maupun latar belakang tidak boleh menjadi faktor pemecah, melainkan harus dikelola dalam kerangka kebangsaan yang inklusif. 

“Idulfitri adalah momentum rekonsiliasi sosial. Kita harus memperkuat persatuan bangsa dengan menjadikan nilai-nilai ukhuwah sebagai dasar kehidupan bersama,” ungkapnya.

Dalam kerangka pembangunan peradaban, Naspi Arsyad juga menegaskan pentingnya menegakkan nilai-nilai peradaban Islam dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia menyebut bahwa prinsip keadilan, amanah, dan keberpihakan kepada kemaslahatan umat merupakan bagian integral dari tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. 

“Peradaban Islam menempatkan keadilan dan kepedulian sebagai inti. Pemerintahan harus berpihak kepada kemaslahatan umat dan hadir sebagai pelayan masyarakat,” ujarnya.

Pesan tersebut juga mencakup doa dan solidaritas bagi masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi berbagai bencana alam. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami banjir dan tanah longsor yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian material. Naspi mengajak seluruh elemen bangsa untuk menunjukkan empati dan kepedulian terhadap para penyintas. 

“Kami mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah agar diberi kekuatan dan segera pulih, serta mengajak seluruh masyarakat untuk turut membantu meringankan beban mereka,” katanya.

Lebih lanjut, Naspi Arsyad menegaskan bahwa perhatian terhadap isu kemanusiaan global, khususnya Palestina, harus tetap menjadi bagian dari kesadaran kolektif umat Islam dan bangsa Indonesia. Ia menyebut bahwa kondisi Palestina yang masih berada dalam tekanan pendudukan berkepanjangan memerlukan dukungan moral dan politik yang konsisten dari komunitas internasional. 

“Pembelaan terhadap Palestina adalah bagian dari komitmen kemanusiaan. Kita tidak boleh abai terhadap penderitaan yang masih dialami rakyat Palestina,” ujarnya.

Naspi menegaskan, seruan untuk terus membersamai Palestina sejalan dengan prinsip-prinsip kemerdekaan dan keadilan yang diakui dalam berbagai forum internasional serta mencerminkan posisi Indonesia yang secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina sejak era para pendiri bangsa (founding father).

Tags

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama