Menata Birokrasi Jakarta, Amanah Baru Pejabat dan Pesan Integritas Bimbingan Ilahi
JKT.NEWS -- Penataan sumber daya aparatur menjadi salah satu instrumen penting dalam menjamin keberlangsungan pemerintahan daerah yang efektif dan berorientasi pada pelayanan publik. Dalam konteks tersebut, pelantikan pejabat struktural diposisikan sebagai langkah strategis untuk menyegarkan organisasi, memperkuat koordinasi antarunit kerja, serta menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap prinsip tata kelola yang profesional dan berintegritas.
Pelantikan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menjadi penanda penting dalam proses konsolidasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan daerah. Strategi penggantian dan pengisian jabatan dipandang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan roda pemerintahan berjalan efektif, profesional, dan responsif terhadap tantangan yang dihadapi Jakarta sebagai ibu kota. Rabu, (17/12/2025)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik 11 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemprov DKI Jakarta di Balai Kota. Pelantikan tersebut dilakukan bersama Wakil Gubernur Rano Karno dan merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Nomor 1118 Tahun 2025 yang ditandatangani pada 17 Desember 2025. Pramono menyampaikan bahwa selama kurang lebih sepuluh bulan masa kepemimpinannya, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan pelantikan jabatan secara bertahap dalam berbagai tahapan jenjang.
Ia menyebutkan bahwa sebelumnya telah dilantik 62 pejabat pratama, sekitar 2.700 pejabat eselon III dan IV, serta Sekretaris Daerah. Menurut Pramono, pelantikan 11 pejabat pada kesempatan ini merupakan bagian dari penataan organisasi yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan. Seluruh proses penyampaian, kata dia, didasarkan pada kinerja dan kebutuhan organisasi, bukan karena faktor kedekatan pribadi maupun kepentingan politik.
Dalam arahannya, Pramono menekankan bahwa profesionalisme merupakan kunci utama dalam membangun kualitas pemerintahan DKI Jakarta ke depan. Ia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu bekerja dengan integritas dan dedikasi tinggi sesuai tanggung jawab yang diemban. Profesionalisme aparatur, menurutnya, akan menjadi pembeda utama dalam pelayanan publik dan pelaksanaan kebijakan pemerintahan di Jakarta.
Selain itu, Pramono juga mengganggu pentingnya ketertiban administrasi sebagai fondasi awal tata kelola pemerintahan yang baik. Ia menyampaikan bahwa selama ini proses pengangkatan pejabat berjalan dengan tenang dan meminimalkan dinamika. Hal tersebut diukurnya sebagai indikator bahwa mekanisme birokrasi dapat berjalan secara stabil dan terukur.
Pramono turut memberikan apresiasi terhadap kinerja Sekretaris Daerah DKI Jakarta yang dinilai bekerja keras dan efektif dalam mengoordinasikan jalannya pemerintahan. Ia berharap para pejabat baru dilantik dapat menunjukkan kinerja yang lebih optimal di bawah koordinasi Sekda, serta mampu membangun kerja sama lintas sektor secara solid.
Dalam konteks tantangan ke depan, Pramono mengingatkan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan dan kinerja pemerintahan.
Pelantikan ini juga mendapat perhatian dari sebagian masyarakat. Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta, Suhardi, menyampaikan harapan dan doa agar para pejabat yang baru dilantik, mulai dari wali kota hingga kepala dinas, senantiasa mendapatkan bimbingan dari Allah SWT dalam menjalankan amanah. Ia menekankan pentingnya memohon kepada Allah sebagai pemilik jiwa dan manusia, karena Allah adalah pemberi petunjuk terbaik.
Suhardi menyampaikan bahwa melibatkan Allah SWT dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan merupakan bentuk kesadaran spiritual yang penting. Menurutnya, para pejabat diharapkan senantiasa memohon petunjuk dan bimbingan Allah agar kebijakan dan keputusan yang diambil dapat membawa kebaikan serta kemaslahatan bagi masyarakat Jakarta.
Ada11 pejabat yang dilantik meliputi Wali Administrasi Kota Jakarta Barat, kepala badan, kepala dinas, pejabat asistensi gubernur, hingga pimpinan unit pelayanan strategi kesehatan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
ERWIN GEDION.
