wb_sunny

Breaking News

Telah Dibuka Pendaftaran Inden SMP Pondok Pesantren Tahfidz Global Jakarta Beasiswa Penuh Sampai Lulus Call/WA 0813-2248-2220 | Pesan Kue dan Catering untuk Acara atau Hajatan Daerah Depok dan Jakarta WA Mr Gajah 0895-0136-6671 | Desain dan Cetak Kebutuhan Bisnis Anda, Kami Kerjakan dan Hasilnya Dikirim ke Alamat Anda WA 0895-3505-29794 | Bisnis Anda Ingin Tampil Di SIni dan Dikenal Lebih Luas di Jakarta dan Sekitar? Iklankan di Sini Sekarang! Hubungi Kita di media@medianetwork.my.id | 081288284898

Pengajian Subuh Akhir Tahun di Balai Kota DKI Perkuat Silaturahim Ulama dan Pemerintah

Pengajian Subuh Akhir Tahun di Balai Kota DKI Perkuat Silaturahim Ulama dan Pemerintah

JKT.NEWS --  Kegiatan keagamaan yang digelar di ruang-ruang pemerintahan memiliki makna strategis dalam memperkuat hubungan antara nilai spiritual dan tata kelola publik. Dalam konteks tersebut, kehadiran ulama dan organisasi kemasyarakatan Islam di pemerintahan pusat daerah mencerminkan upaya bersama untuk mewujudkan dimensi keimanan sebagai bagian dari refleksi sosial dan pembangunan. Salah satu wujudnya tampak dalam penyelenggaraan Pengajian Subuh dan Muhasabah Akhir Tahun di Balai Kota DKI Jakarta.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah DKI Jakarta, Suhardi, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan menghadiri kegiatan Pengajian Subuh dan Muhasabah Akhir Tahun yang digelar Majelis Silaturrahim Jakarta Al-Munawwar di Ruang Balairung, Balai Kota DKI Jakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 19 Desember 2025, mulai pukul 04.10 WIB, sebagaimana tercantum dalam surat undangan resmi bernomor 02/MSJM/12/2025.

Menurut Suhardi, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para ulama, tokoh masyarakat, dan elemen organisasi Islam untuk bermunajat sekaligus melakukan refleksi akhir tahun di ruang simbolik pemerintahan daerah. Ia menyebut kehadiran berbagai elemen umat dalam suasana subuh berjamaah menunjukkan kuatnya semangat silaturahim dan kepedulian terhadap arah kehidupan sosial dan keumatan di Jakarta.

Pengajian Subuh tersebut berlangsung khidmat dan menghadirkan sejumlah tokoh umat. Selain Suhardi, tampak hadir para ulama, ustaz, serta pimpinan majelis taklim di Ibu Kota. Seluruh pengurus Majelis Silaturrahim Jakarta Al-Munawwar hadir secara lengkap, yakni KH. Luthfi Zawawi, KH. Muhyidin Ishak, Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi, Al-Habib Mukhsin bin Zeid Al-Athas, H. Toto Sugito, dan H. John Odhius. Kehadiran pemgurus majalis mencerminkan soliditas keagamaan dalam menjaga ukhuwah Islamiyah dan peran dakwah di masyarakat tengah Jakarta.

Jamaah Pengajian Subuh Muhasabah Akhir Tahun. (foto.Dok.Jkt.news)

Kegiatan pengajian dibimbing oleh dua guru pembimbing, KH. Maulana Kamal Yusuf dan KH. Mahfudz Asirun. Keduanya mengajak jamaah menjadikan akhir tahun sebagai ruang muhasabah, memperkuat keimanan, serta menata kembali niat pengabdian kepada umat dan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan berbagai hal di hadapan para ulama dan kiai. Ia menjelaskan bahwa dalam menjalankan amanah sebagai gubernur, dirinya berusaha melanjutkan dan menyempurnakan program-program yang telah dirintis para gubernur sebelumnya. 

Ia menghubungi pesan Gubernur Sutiyoso terkait proyek monorel, amanah Gubernur Fauzi Bowo mengenai pelestarian adat Betawi, serta pekerjaan lanjutan dari Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Gubernur Anies Baswedan, termasuk pengaturan Kalijodo, Rumah Sakit Sumber Waras, dan Jakarta International Stadium serta kawasan pendukungnya.

Gubernur Pramono juga menegaskan komitmennya dalam mendukung kegiatan keagamaan dan menyebut pemberian izin penggunaan kawasan Monas untuk kegiatan salawat dan acara keumatan sebagai bagian dari dukungan tersebut. 

Ia turut menyoroti persoalan kesenjangan sosial di Jakarta dan pentingnya menjaga anggaran strategis seperti Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, layanan kesehatan, serta kesejahteraan aparatur sipil negara.

Suhardi menilai terselenggaranya Pengajian Subuh di Balai Kota sebagai hal yang patut disyukuri, sekaligus menjadi harapan agar ruang-ruang pemerintahan semakin terbuka bagi kegiatan spiritual dan silaturahim ulama. 

Suhardi juga menyampaikan harapan agar sinergi antara ulama, ormas Islam, dan pemerintah daerah yang tercermin dalam kegiatan ini dapat terus berlanjut, sebagaimana diharapkan pula pada pelaksanaan kegiatan keumatan lainnya, termasuk Rakerda Gabungan dan Tabligh Akbar, agar berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi masyarakat secara luas.

HASMAN DWIPANGGA.

Tags