wb_sunny

Breaking News

Telah Dibuka Pendaftaran Inden SMP Pondok Pesantren Tahfidz Global Jakarta Beasiswa Penuh Sampai Lulus Call/WA 0813-2248-2220 | Pesan Kue dan Catering untuk Acara atau Hajatan Daerah Depok dan Jakarta WA Mr Gajah 0895-0136-6671 | Desain dan Cetak Kebutuhan Bisnis Anda, Kami Kerjakan dan Hasilnya Dikirim ke Alamat Anda WA 0895-3505-29794 | Bisnis Anda Ingin Tampil Di SIni dan Dikenal Lebih Luas di Jakarta dan Sekitar? Iklankan di Sini Sekarang! Hubungi Kita di media@medianetwork.my.id | 081288284898

Sigit Raditya Pemateri Seminar Nasional Kepemudaan Bahas Tantangan Masa Depan

Sigit Raditya Pemateri Seminar Nasional Kepemudaan Bahas Tantangan Masa Depan


JAKARTA --
Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenkoinfra), Dr. Sigit Raditya, menjadi pemateri utama dalam acara Seminar Nasional Kepemudaan yang digelar pada rangkaian Musyawarah Nasional IX Pemuda Hidayatullah di Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Jumat (9/1/2025).

Dalam forum tersebut, Sigit memaparkan materi bertajuk Muda, Politik, dan Indonesia Emas 2045: Dari Aktivisme Moral ke Kepemimpinan Strategis. Ia mengawali pemaparannya dengan refleksi historis mengenai posisi pemuda dalam perjalanan bangsa Indonesia. 

Menurutnya, sejarah nasional tidak pernah bergerak tanpa keterlibatan generasi muda yang berani terlibat dalam urusan publik.

Ia menegaskan bahwa tahun 1928 menjadi simbol keberanian pemuda untuk bermimpi melalui peristiwa Sumpah Pemuda. Sementara itu, tahun 1998 dipandang sebagai simbol keberanian untuk bertindak melalui gerakan Reformasi. 

Dari dua fase tersebut, Sigit menyampaikan bahwa generasi hari ini berada pada tahap yang berbeda, yakni keberanian untuk memilih dan menentukan arah masa depan bangsa secara sadar dan bertanggung jawab.

Menurut Sigit, keterlibatan pemuda dalam sejarah bangsa tidak pernah bersifat kebetulan. Ia menilai bahwa setiap fase penting bangsa selalu melibatkan generasi muda sebagai aktor perubahan. Oleh karena itu, pemuda masa kini dihadapkan pada tantangan yang lebih kompleks, bukan sekadar keberanian simbolik, tetapi kemampuan mengambil keputusan strategis.

Dalam konteks tersebut, Sigit menempatkan politik sebagai instrumen penting dalam kehidupan berbangsa. Ia menolak pandangan yang memersempit politik hanya sebagai perebutan jabatan. Menurutnya, politik memiliki fungsi mendasar sebagai alat untuk mendistribusikan keadilan dan menentukan arah kebijakan publik yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Politik adalah alat distribusi keadilan dan penentu arah bangsa,” ujar Sigit. Ia menjelaskan bahwa keputusan politik memiliki konsekuensi luas, mulai dari kebijakan pendidikan, stabilitas harga kebutuhan pokok, hingga keberlangsungan aktivitas dakwah di wilayah-wilayah terpencil.

Sigit juga mengingatkan bahwa politik selalu bergerak dalam ketegangan antara nilai dan kekuasaan. Ia menyebut bahwa nilai tanpa kekuasaan berisiko hanya menjadi catatan sejarah, sementara kekuasaan tanpa etika berpotensi melahirkan praktik yang oportunistik dan tiranik. Dalam konteks inilah, ia menempatkan pemuda sebagai elemen penghubung antara nilai moral dan realitas kekuasaan.

Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis untuk memastikan bahwa nilai-nilai moral tidak tercerabut ketika berhadapan dengan dinamika kekuasaan. Peran tersebut menuntut kesiapan intelektual, mental, dan etika agar pemuda tidak hanya hadir sebagai simbol, tetapi sebagai subjek penentu arah.

Dia menegaskan bahwa keterlibatan pemuda bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kebutuhan struktural bagi masa depan bangsa. Menurut dia, tantangan generasi hari ini adalah memastikan bahwa keberanian sejarah diterjemahkan menjadi pilihan-pilihan strategis yang berdampak nyata bagi Indonesia ke depan.

Tags