Kemenpora Dorong Pemuda Hidayatullah Tampil sebagai Penggerak Indonesia Emas
JKT.NEWS -- Pelaksana Harian Deputi Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Dr. Ir. Hendro Wicaksono, M.Sc.Eng., menilai Pemuda Hidayatullah memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor sekaligus penggerak lahirnya generasi muda Indonesia yang berkualitas.
Penilaian tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta bertema "Pemuda Penggerak Bangsa" di Auditorium Pangan Kita, BULOG Corporate University, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Hendro, Indonesia tengah memasuki fase penting dengan bonus demografi yang menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan yang tidak ringan. Perkembangan teknologi yang begitu cepat, perubahan sosial, hingga kebutuhan akan kepemimpinan yang adaptif menuntut organisasi kepemudaan untuk mengambil peran lebih strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
Dalam pandangannya, Pemuda Hidayatullah memiliki modal yang kuat untuk menjawab tantangan tersebut. Pembinaan kader yang telah berjalan secara berkesinambungan, ditambah pengalaman organisasi yang semakin matang, dinilai menjadi fondasi penting untuk melahirkan pemimpin yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
"Pemuda Hidayatullah jangan hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi harus menjadi penggerak perubahan. Jadilah inspirasi bagi pemuda lainnya dalam membawa bangsa menuju Indonesia Emas," ujar Hendro Wicaksono.
Ia menegaskan bahwa setiap perubahan besar dalam sejarah selalu berawal dari keberanian sekelompok orang yang memiliki visi, keyakinan, dan kesediaan untuk bertindak. Karena itu, generasi muda didorong agar tidak ragu menetapkan cita-cita tinggi sekaligus membangun kapasitas diri melalui proses belajar, pengalaman, dan pengabdian.
Dalam kesempatan tersebut, Hendro mengajak kader Pemuda Hidayatullah menjadikan para sahabat Nabi Muhammad SAW maupun tokoh-tokoh bangsa sebagai teladan kepemimpinan.
Menurutnya, kualitas seorang pemimpin tidak dibentuk secara instan, melainkan melalui keberanian mengambil keputusan, konsistensi dalam bertindak, dan kesiapan menghadapi kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran.
"Setting mimpi yang besar, lakukan aksi nyata, berani mencoba, dan jangan takut gagal. Dari proses itulah akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan," katanya.
Hendro juga menilai potensi organisasi akan berkembang lebih optimal apabila dibangun melalui kolaborasi yang luas. Sinergi dengan pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat menjadi faktor penting untuk memperbesar dampak program-program kepemudaan yang dijalankan.
Rakerwil Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta berlangsung pada 25–26 Juli 2026 ini disebut sebagai forum penyusunan program kerja tahunan organisasi, memperkuat konsolidasi serta melahirkan langkah-langkah strategis yang mampu mencetak kader berkarakter, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, serta Indonesia Emas 2045. (mzf/jkt)

