KH Naspi Arsyad Ajak Pemuda Hidayatullah Ambil Peran di Seluruh Ruang Strategis Bangsa
JKT.NEWS -- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, mendorong seluruh kader Pemuda Hidayatullah berani mengambil peran di berbagai sektor kehidupan. Menurutnya, dakwah dan pengabdian tidak boleh berhenti di lingkungan internal organisasi, tetapi harus hadir di seluruh ruang strategis, mulai dari kehidupan masyarakat hingga lembaga-lembaga negara, termasuk legislatif dan yudikatif.
Pesan tersebut disampaikan saat memberikan keynote speech pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta bertema "Pemuda Penggerak Bangsa" di Auditorium Pangan Kita, BULOG Corporate University, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7/2026).
Melalui Rakerwil bertema "Pemuda Penggerak Bangsa", Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta diharapkan mampu melahirkan program kerja yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga mendorong lahirnya kader-kader yang siap mengisi ruang-ruang strategis bangsa dengan integritas, kompetensi, serta semangat pengabdian bagi umat, bangsa, dan negara.
Dalam pandangannya, tantangan bangsa yang semakin kompleks menuntut lahirnya generasi muda yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga keberanian untuk hadir sebagai bagian dari solusi. Organisasi kepemudaan, menurutnya, harus menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus tempat lahirnya pemimpin yang siap mengabdi di berbagai bidang kehidupan.
KH. Naspi Arsyad menilai sejarah selalu menunjukkan bahwa perubahan besar tidak pernah lahir dari sikap pasif. Kemajuan sebuah bangsa justru digerakkan oleh pemuda yang memiliki keberanian mengambil tanggung jawab, memperluas pengaruh positif, dan konsisten menjaga nilai-nilai kebaikan dalam setiap langkah pengabdiannya.
"Pemuda harus terus bergerak melakukan kebaikan. Jangan berhenti hanya pada wacana, tetapi hadir dengan karya dan pengabdian yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak kader Pemuda Hidayatullah untuk tidak membatasi ruang kontribusi. Dakwah, menurutnya, memiliki makna yang luas dan dapat diwujudkan melalui kiprah di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, pemerintahan, maupun institusi negara. Semakin luas ruang pengabdian yang dimasuki, semakin besar pula peluang menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
"Pemuda harus masuk ke semua kalangan, dari tingkat bawah hingga tingkat atas. Di mana pun berada, jadilah pembawa nilai-nilai kebaikan dan solusi bagi umat," ujarnya.
Di sisi lain, KH. Naspi Arsyad mengingatkan bahwa setiap ikhtiar membangun perubahan akan selalu menghadapi tantangan. Perbedaan pandangan maupun penolakan tidak boleh memadamkan semangat untuk terus berkarya selama tujuan yang diperjuangkan membawa kemaslahatan.
"Kalau kita berbuat baik, pasti ada yang iri dan tidak suka. Tetapi teruslah berjalan, nanti kalian akan menemukan jalannya," pesannya.
Ia juga mengajak generasi muda meninggalkan zona nyaman dan memperbanyak pengalaman sebagai bekal kepemimpinan. Menurutnya, gagasan yang baik hanya akan memberi dampak apabila diwujudkan melalui tindakan nyata yang berkelanjutan.
"Perbanyak gagasan, kemudian wujudkan dengan aksi nyata. Kayakan diri dengan pengalaman dan aksi, karena itulah investasi sejarah yang akan dikenang," pungkasnya. (mzf/jkt)
