Ormas Hidayatullah Dukung Komitmen Jakarta dalam Percepatan Penurunan Stunting
JKT.NEWS -- Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta, Suhardi, S.Th.I., M.Pd., mengatakan target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menurunkan prevalensi stunting dari sekitar 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun merupakan kebijakan yang patut didukung secara penuh.
Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat memberikan apresiasi kepada kader Posyandu pada Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan 2026, Jumat, 11 September 2026.
Suhardi menilai, target itu merupakan langkah serius pemerintah dalam memastikan anak-anak Jakarta tumbuh sehat dan memiliki kesempatan hidup yang lebih baik. Pemprov DKI juga telah memperkuat pendekatan tersebut melalui Smart Posyandu yang kini telah mencapai sekitar 70 persen.
Keputusan menjadikan Posyandu sebagai salah satu ujung tombak penanganan stunting merupakan pilihan kebijakan yang tepat. Suhardi menambahkan, stunting tidak lahir secara tiba-tiba ketika seorang anak berusia balita. Ia merupakan akumulasi persoalan yang berlangsung sejak masa kehamilan, bahkan dipengaruhi kondisi gizi dan kesehatan sebelum kehamilan.
Karena itu, terangnya, penanganannya membutuhkan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, pemantauan pertumbuhan anak, edukasi keluarga, imunisasi, pemberian ASI, pemenuhan gizi, serta deteksi dini terhadap berbagai persoalan kesehatan.
"Dalam konteks Jakarta yang memiliki jaringan puskesmas, rumah sakit, kader Posyandu, dan sistem administrasi relatif kuat, penguatan layanan berbasis komunitas merupakan strategi yang rasional dan efisien," kata Suhardi saat ditemui di Pondok Pesantren Tahfidz Global (PPTG) Hidayatullah Jayakarta, bilangan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (14/9/2026).
Dia menyebutkan bahwa arah kebijakan tersebut juga konsisten dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Regulasi ini secara eksplisit menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai agenda pembangunan sumber daya manusia yang harus dilaksanakan secara holistik, integratif, berkualitas, serta melalui koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
"Artinya, keberhasilan Jakarta tidak boleh diukur hanya dari kemampuan menurunkan persentase stunting, tetapi juga dari kualitas sistem pencegahan yang dibangun," imbuhnya.
Suhardi menilai, penguatan kebijakan daerah tersebut semakin relevan karena agenda nasional juga bergerak ke arah intervensi langsung terhadap masalah gizi dengan hadirnya instrumen strategis seperti makan bergizi gratis dimana persoalan stunting sebagai salah satu latar belakang penting kebijakan tersebut.
Ke depan, Suhardi berharap, Pemprov DKI perlu menjaga sedikitnya lima agenda utama, yaitu memperkuat kualitas dan kapasitas kader, memastikan seluruh data pertumbuhan anak akurat dan diperbarui, memprioritaskan keluarga dengan risiko gizi tinggi, memperkuat intervensi kepada ibu hamil dan balita serta memastikan koordinasi antara Posyandu, puskesmas, sekolah, kelurahan, dan program nasional berjalan tanpa sekat birokrasi.
"Pemerintah juga harus menjaga agar target 14 persen tidak mendorong sekadar mengejar angka, tetapi benar-benar menghasilkan perbaikan status gizi anak. Evaluasi harus berbasis data, transparan, dan menyasar wilayah serta kelompok masyarakat yang paling membutuhkan," katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Global Hidayatullah Jayakarta ini mengatakan Jakarta tidak boleh puas hanya karena memiliki IPM tertinggi di Indonesia atau jaringan layanan publik yang relatif lengkap. Menurutnya, kota global harus pula menjadi kota yang mampu memastikan setiap anak memperoleh fondasi kesehatan yang layak sejak awal kehidupannya.
"Karena itu, target penurunan stunting menjadi 14 persen patut dipandang sebagai target pembangunan manusia yang harus dikawal bersama," kata Suhardi, seraya menegaskan kebijakan Pemprov DKI Jakarta layak mendapatkan dukungan karena bergerak dari pendekatan reaktif menuju pencegahan berbasis keluarga dan komunitas. (frt/jkt)
