wb_sunny

Breaking News

Telah Dibuka Pendaftaran Inden SMP Pondok Pesantren Tahfidz Global Jakarta Beasiswa Penuh Sampai Lulus Call/WA 0813-2248-2220 | Pesan Kue dan Catering untuk Acara atau Hajatan Daerah Depok dan Jakarta WA Mr Gajah 0895-0136-6671 | Desain dan Cetak Kebutuhan Bisnis Anda, Kami Kerjakan dan Hasilnya Dikirim ke Alamat Anda WA 0895-3505-29794 | Bisnis Anda Ingin Tampil Di SIni dan Dikenal Lebih Luas di Jakarta dan Sekitar? Iklankan di Sini Sekarang! Hubungi Kita di media@medianetwork.my.id | 081288284898

Tokoh Daiyah Perempuan Hidayatullah Hj Husniah Berpulang, Suhardi Sampaikan Ucapan Duka Cita Mendalam

Tokoh Daiyah Perempuan Hidayatullah Hj Husniah Berpulang, Suhardi Sampaikan Ucapan Duka Cita Mendalam


JKT.NEWS --
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Hidayatullah. Hj Husniah, Anggota Majelis Penasihat Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah dan istri Rais ‘Aam Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad, telah berpulang pada Selasa dini hari, 15 September 2026 Masehi yang bertepatan dengan 3 Rabiul Akhir 1448 Hijriah. 

Jenazah almarhumah dimakamkan di dekat kediamannya yang masih berada kawasan Kampus Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, tempat yang memiliki ikatan erat dengan perjalanan panjang dakwah dan pengabdian keluarganya.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta, Suhardi, S.Th.I., M.Pd., menyampaikan rasa duka cita yang mendalam seraraya mengenang Hj Husniah bukan semata sebagai pendamping seorang pemimpin dakwah, melainkan sebagai sosok yang menjalani sendiri bagian penting dari perjuangan tersebut. 

"Kesabaran dan keteguhan beliau mendampingi sang suami menjadi bagian dari perjalanan keluarga yang sejak lama bersentuhan langsung dengan medan dakwah," kata Suhardi kepada media ini usia memimpin rapat koordinasi rutin pekanan DPW Hidayatullah Jakarta di Pondok Pesantren Tahfidz Global (PPTG) Hidayatullah Jayakarta, bilangan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (15/9/2026).

Suhardi menyebutkan, salah satu fase yang memperlihatkan keteguhan itu adalah ketika KH Abdurrahman Muhammad mendapat penugasan berdakwah ke Irian Jaya, kini Provinsi Papua. Penugasan tersebut berlangsung ketika anak-anak mereka masih kecil. 

Dalam kisah yang dilakoni KH Abdurrahman yang dikutip Suhardi, keberangkatan ke wilayah yang jauh itu bukan perkara ringan. Ia bahkan membawa peti kayu berisi buku dan mesin tik sebagai bekal perjalanan dan dakwah. Sahabat-sahabat seperjuangan mengantarnya ke pelabuhan Balikpapan sebelum ia berangkat menjalankan amanah.

"Di balik perjalanan seorang dai yang berpindah dari satu medan dakwah ke medan lainnya, terdapat pula keteguhan ibu Husniah yang menjalani konsekuensi kehidupan tersebut," katanya. 

Dari Irian Jaya, Manado, Berau hingga sejumlah daerah lain, KH Abdurrahman didampingi sang istri dikenal pernah menerima berbagai penugasan dakwah. Dalam konteks itulah, kesetiaan Hj Husniah mendampingi perjuangan suaminya hingga Papua menjadi bagian penting dari kisah pengabdiannya.

Pengabdian itu kemudian menemukan ruang kelembagaan melalui Muslimat Hidayatullah. Hj Husniah tercatat sebagai anggota Majelis Penasihat, sebuah posisi yang menempatkannya dalam jajaran yang memberikan pertimbangan bagi organisasi perempuan Hidayatullah. 

"Peran beliau di Muslimat Hidayatullah melengkapi perjalanan panjangnya sebagai perempuan yang hadir dalam dakwah bukan hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga dalam kehidupan organisasi," kata Suhardi yang merupakan lulusan MA Radhiyatan Mardhiyyah Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan.

Bagi Suhardi, kepergian Hj Husniah meninggalkan ruang yang tidak sederhana. Hidayatullah kehilangan bukan hanya seorang partner perjuangan bagi seorang dai, tetapi juga seorang pendamping perjalanan dakwah yang pernah menempuh fase-fase jauh dan penuh tuntutan bersama keluarganya. 

"Jejak almarhum Hj Husniah justru tampak dalam perjalanan yang sering kali tidak berada di pusat sorotan. Beliau mendampingi, bertahan, dan membersamai amanah ketika jalan dakwah membawa keluarga jauh dari kenyamanan," katanya. 

Dari perjalanan itulah sebuah pelajaran penting tertinggal, bahwa, perjuangan tidak selalu dicatat melalui siapa yang berdiri di depan, tetapi juga melalui mereka yang setia menjaga langkah dari belakang. 

"Kepergian Hj Husniah menutup satu bab kehidupan, tetapi jejak kesabaran dan keteguhannya tetap menjadi bagian dari sejarah panjang pengabdian keluarga dan Hidayatullah," pungkasnya. (adm/den)

Tags

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama