Combine Harvester Kementan Buka Ruang Pemuda Hidayatullah Terjun ke Pertanian
JKT.NEWS — Keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan pangan. Selain berperan dalam proses regenerasi pelaku usaha tani, kehadiran pemuda juga dapat memperkuat pemanfaatan teknologi dan pengembangan kegiatan pertanian yang lebih produktif.Dorongan terhadap keterlibatan generasi muda tersebut disampaikan Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman melalui ajakannya agar anak muda berani terjun dan mengambil peran dalam sektor pertanian. Pertanian tidak hanya berkaitan dengan upaya mewujudkan swasembada pangan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap keterlibatan pemuda dalam sektor pertanian, Pemuda Hidayatullah dampingi petani Desa Tinigi, Kec.Galang, Kab. Tolitoli, Sulawesi Tengah menerima bantuan satu unit mesin combine harvester dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sabtu. 28/9/2026
Mesin tersebut akan dioperasikan di Desa Tinigi, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung aktivitas panen masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi pemuda untuk terlibat secara langsung dalam pengembangan kegiatan dan usaha pertanian.
Kehadiran combine harvester juga menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pertanian. Penggunaan mesin tersebut diharapkan dapat membantu proses panen masyarakat serta memperluas keterlibatan pemuda dalam kegiatan pertanian yang memiliki nilai ekonomi.
Ketua Umum Pemuda Hidayatullah, Haniffudin Chaniago, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta Kementerian Pertanian atas perhatian dan dukungannya kepada generasi muda, khususnya Pemuda Hidayatullah.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas perhatian dan dukungannya kepada anak-anak muda, khususnya Pemuda Hidayatullah. Bantuan ini merupakan amanah yang akan kami optimalkan agar memberikan manfaat bagi pemuda dan para petani,” ujar Haniffudin.
Menurut Haniffudin, dukungan berupa sarana pertanian tersebut memiliki keterkaitan dengan upaya meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, pemanfaatan mesin combine harvester di Desa Tinigi akan diarahkan agar dapat mendukung aktivitas pertanian dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin anak muda tidak hanya berbicara tentang ketahanan pangan, tetapi ikut bekerja dan mengambil peran di dalamnya. Anak muda harus berani masuk ke sektor pertanian, menguasai teknologi, mengelola usaha, dan menjadi bagian dari solusi pangan bangsa,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan combine harvester di Desa Tinigi menjadi ruang pertemuan antara kepemudaan, teknologi pertanian, dan pemberdayaan masyarakat. Pemuda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga memiliki ruang untuk mengambil peran dalam pengelolaan kegiatan pertanian.
“Kami berharap bantuan ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk memperkuat produktivitas pertanian sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Pertanian membutuhkan anak muda dan Indonesia membutuhkan generasi yang mau bekerja di sektor pangan,” tegas Haniffudin.
Pemuda Hidayatullah juga berharap perhatian dan dukungan pemerintah terhadap generasi muda di sektor pertanian dapat terus diperluas. Dukungan tersebut mencakup akses terhadap teknologi, pendampingan, permodalan, serta peluang pengembangan usaha pertanian.
Bagi Pemuda Hidayatullah, keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pangan. Melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan peran pemuda, sektor pertanian diharapkan tetap memiliki generasi penerus yang mampu terlibat secara langsung dalam aktivitas produksi pangan.
Di Desa Tinigi, bantuan combine harvester dari Kementerian Pertanian menjadi sarana yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan panen masyarakat sekaligus membuka ruang bagi pemuda untuk mengambil peran lebih besar dalam sektor pertanian dan pengembangan ekonomi berbasis pangan.
HASMAN DWIPANGGA.

