Hidayatullah Jakarta Apresiasi Pramono Anung di Forum Internasional U20 New York
JKT.NEWS -- Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta, Suhardi, S.Th.I., M.Pd., mengapresiasi keikutsertaan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Urban 20 (U20) Mayors Summit 2026 di New York pada 19–21 September 2026, yang menempatkan Jakarta dalam percakapan global mengenai masa depan perkotaan.
Forum yang dipimpin New York dan Los Angeles itu mengangkat tiga agenda utama, yaitu, perumahan terjangkau dan tunawisma; aksi iklim, keberlanjutan dan ketahanan kota; serta perlindungan komunitas imigran dan mobilitas manusia.
"Kita mengapresiasi keikutsertaan mas Pramono dalam forum internasional ini yang memang memiliki relevansi langsung dengan Jakarta karena pembangunan kota tidak lagi cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi dari kemampuan menghadirkan kehidupan yang layak, aman, inklusif, dan bermartabat bagi seluruh warga," kata Suhardi saat ditemui di Pondok Pesantren Tahfidz Global (PPTG) Hidayatullah, Ciracas, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (22/9/2026).
Dalam forum tersebut, Pramono memaparkan bahwa ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh 5,52 persen dengan inflasi 2,5 persen. Ia juga menyebut investasi yang masuk mencapai US$10,5 miliar dalam enam bulan pertama 2026 serta menawarkan 37 proyek pengembangan kota dengan potensi investasi US$7 miliar. Portofolio itu mencakup antara lain hunian, perhotelan, kawasan terpadu, transit oriented development, transportasi, logistik, utilitas, olahraga, rekreasi, dan kawasan waterfront.
Menurut Suhardi, angka tersebut penting yang tidak berhenti sebagai indikator pertumbuhan dan harus diterjemahkan menjadi manfaat sosial yang nyata seperti memperluas akses hunian layak, memperkuat transportasi publik, meningkatkan kualitas lingkungan, menciptakan pekerjaan, dan memperkuat layanan dasar.
Hal itu, lanjutnya, sejalan dengan visi pembangunan Jakarta 2025–2029 yang menempatkan Jakarta sebagai kota global dan pusat perekonomian yang berdaya saing, berkelanjutan, serta menyejahterakan seluruh warganya. RPJMD Jakarta juga menempatkan ruang kota yang layak huni, berketahanan, dan berkelanjutan sebagai salah satu misi pembangunan.
Namun, Suhardi mengingatkan, keberlanjutan kota memiliki dimensi yang lebih dalam daripada infrastruktur hijau, pengendalian emisi, mitigasi banjir, atau ketahanan terhadap cuaca ekstrem.
"Kota pada akhirnya dihuni manusia. Karena itu, pembangunan rohani dan kualitas kehidupan batin warga layak dipandang sebagai bagian dari pembangunan manusia," katanya.
Suhardi memandang bahwa pendidikan moral, penguatan keluarga, kegiatan keagamaan, ruang-ruang pembinaan spiritual, serta pelestarian kearifan lokal sejatinya berkontribusi terhadap pembentukan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial, disiplin, solidaritas, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
"Dukungan mas Pramono terhadap gerakan Magrib Mengaji sebagai bagian dari kearifan lokal Betawi, misalnya, menunjukkan bahwa dimensi spiritual telah mengakar menjadi kebudayaan masyarakat Jakarta," ujarnya.
Karena itu, menurut Suhardi, tindak lanjut Jakarta terhadap agenda U20 perlu diarahkan pada beberapa hal termasuk memasukkan pembangunan karakter dan spiritualitas warga ke dalam ekosistem pembangunan manusia beriringan dengan pengokohan ketahanan iklim sekaligus kualitas lingkungan permukiman yang menjamin perlindungan dan integrasi kelompok rentan tanpa diskriminasi.
"Pendekatan spiritual tersebut harus bersifat inklusif, tidak memaksakan keyakinan tertentu, dan memberi ruang yang setara bagi semua pemeluk agama," katanya.
Suhardi menambahkan, kehadiran Jakarta di New York menegaskan bahwa transformasi menuju kota global tidak boleh mengorbankan keadilan sosial dan kehangatan kemanusiaan.
"Jakarta membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi, keberlanjutan lingkungan, dan nilai-nilai keagamaan yang luhur dapat berjalan seiring untuk membangun kota yang maju, adil, dan beradab," pungkasnya. (r9q/jkt)
