PP GMH: Kemerdekaan Harus Jadi Momentum Evaluasi Pemerintah
JKT.NEWS — Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (PP GMH) mendorong masyarakat, khususnya mahasiswa, menjadikan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai ruang refleksi sekaligus evaluasi terhadap perjalanan bangsa dan kinerja pemerintah.
Ketua Umum PP GMH Rizki Ulfahadi mengatakan kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk melihat sejauh mana cita-cita kemerdekaan telah diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.
“Kemerdekaan harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan bangsa. Pemerintah perlu terus dikritik dan diawasi agar kebijakan yang diambil benar-benar bermuara pada kepentingan rakyat,” kata Rizki.
Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan secara objektif, berbasis data, dan menawarkan solusi sehingga tidak berubah menjadi sekadar penolakan terhadap setiap kebijakan pemerintah.
“Kami mendorong mahasiswa untuk tetap kritis. Tetapi kritik harus solutif, bukan sekadar mencari kesalahan. Pemerintah perlu dikawal, kebijakan yang baik didukung, sementara kebijakan yang keliru harus dikoreksi,” ujarnya.
PP GMH menilai sejumlah persoalan seperti kesejahteraan masyarakat, pendidikan, lapangan kerja, ketahanan pangan, pemberantasan korupsi, hingga pemerataan pembangunan masih membutuhkan perhatian serius.
Di sisi lain, PP GMH mengingatkan agar kritik dan evaluasi tidak berkembang menjadi polarisasi yang memecah persatuan. Perbedaan pandangan merupakan bagian dari demokrasi, tetapi kepentingan bangsa harus tetap ditempatkan di atas kepentingan kelompok.
“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan kehilangan orientasi kebangsaan. Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata, pengawasan yang sehat, dan kontribusi untuk memastikan Indonesia semakin berdaulat dan sejahtera,” kata Rizki.
PP GMH mengajak mahasiswa menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan memperkuat semangat kebangsaan, tradisi intelektual, kontrol sosial, dan pengabdian, sekaligus mengambil peran dalam mengawal Indonesia menuju masa depan yang lebih maju dan berkeadilan.
